Pembangunan jaringan gas (Jargas) rumah tangga di Balikpapan terus berlanjut. Setelah tahun lalu sebanyak 3.849 sambungan rumah terpasang, tahun ini Kota Minyak mendapat jatah 5 ribu sambungan baru. Pembangunannya dilakukan oleh KSO PT Noorel Idea dan Sucofindo yang mengerjakan paket 6, yakni Balikpapan, Penajam Paser Utara (PPU) dan Bontang.   

Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Konsultan Pengawas Pembangunan Jargas di Balikpapan, Restinaf menjelaskan, per tanggal 18 September, progres fisik pembangunan jargas di Balikpapan sudah 48 persen. “Target kita sekitar 40 persen. Artinya di lapangan kita sudah ahead sekitar 8 persen,” ujarnya kepada Kaltim Post, Jumat (21/9).

Dia melanjutkan, sejauh ini pelaksanaan di lapangan tak ada kendala berarti. Apalagi cuaca di Balikpapan sejauh ini juga sangat mendukung. Jika tak ada kendala berarti, progres penggalian dan penanaman pipa induk dan distribusi ditarget rampung akhir September ini. Setelah itu ada tahap pengujian, atau pengetesan. Kemudian dilanjutkan dengan pre commissioning dan commissioning yang diperkirakan November mendatang.

“Saat ini kami kerjakan secara parsial. Selain penggalian dan pemasangan pipa induk maupun distribusi, sambungan ke rumah serta sambungan ke kompor juga dikerjakan beriringan,” tambahnya. Targetnya, sambungan rumah dan sambungan kompor untuk 5.000 calon pelanggan baru bisa rampung dipasang pertengahan Oktober.

Kemudian, jaringan sudah bisa disambungkan dengan jaringan eksisting yang saat ini sebanyak 3.849 sambungan. Targetnya, akhir Desember proyek ini sudah rampung sesuai kontrak. Sehingga masyarakat sudah bisa merasakan program yang bertujuan menggantikan pemakaian gas elpiji ini.

Pantauan Kaltim Post, penggalian untuk pipa jargas juga memakan badan jalan protokol. Seperti di sepanjang jalan Ahmad Yani. Sejumlah galian berada di badan jalan, dan sebagian lagi berada di trotoar. Dikonfirmasi soal itu, Team Leader Pembangunan Jargas, Sutiyono menyebut, titik penggalian menyesuaikan dengan panjang pipa.

“Kita tidak bisa melakukan penggalian terbuka untuk semua. Tapi digali dengan jarak setengah meter, setengah meter,” ujarnya. Kemudian sebagai antisipasi agar tak membahayakan pengendara, bekas galian ketika pipa sudah tertanam harus langsung ditimbun kembali. Kecuali untuk pipa yang belum dites.          

“Kalau belum dites kan kita tidak tahu kalau ada kebocoran. Malah bisa bongkar-bongkar kembali dan kerja dua kali. Tapi insyaallah ini sudah jauh lebih baik lah dari pada pekerjaan yang pertama dulu,” tambahnya. Pekerjaan ini juga dibantu dalam pengawasan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Bagian Perekonomian Setkot Balikpapan. “Kalau ada masalah atau ada keluhan langsung disampaikan ke kami. Lalu kami akan menyampaikan ke kontraktornya,” pungkasnya

(Sumber Kaltim.prokal.co)

Go to top