Pada 2017 ini, pemerintah mengalokasikan APBN 2017 untuk membangun 59.809 sambungan rumah. Sedangkan PGN mendapat 26 ribu sambungan rumah. Lokasinya tersebar di Kabupaten Musi Banyuasin, Kota Bandar Lampung, DKI Jakarta, dan Kota Mojokerto

Pembangunan jaringan gas bumi untuk rumah tangga (jargas) merupakan bagian dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2015-2019 karena dapat memenuhi kebutuhan energi yang bersih, murah, ramah lingkungandan efisien.

 Pemerintah telah melaksanakan pembangunan jaringan gas untuk rumah tangga 200.000 sambungan setiap tahun. Dengan mengkonversi penggunaan gas LPG menjadi gas bumi yang dialirkan melalui pipa maka bisa menghemat bahan bakar

 Dalam rangka mendukung kelancaran pelaksanaan pembangunan jaringan gas bumi untuk rumah tangga dalam rangka penyediaan kebutuhan energi masyarakat di 9 wilayah kabupaten/kota tahun anggaran 2017, Direktorat Jenderal Minyak Dan Gas Bumi telah bersama dengan Pemerintah Kabupaten/Kota pada tanggal 29 Maret 2017 yang lalu telah menandatangani Nota Kesepahaman tentang Penyediaan dan Pendistribusian Gas Bumi Melalui Jargas Untuk Rumah Tangga Tahun Anggaran 2017.

Pemanfaatan jargas akan menghemat pengeluaran rumah tangga dibandingkan tabung LPG 3 kg. Masyarakat dapat menghemat hingga 36% dibandingkan penggunaan LPG 3 kg. Rata-rata, tiap rumah tangga hanya perlu mengeluarkan sekitar Rp. 36 ribu per bulan jika menggunakan gas bumi. Sedangkan apabila menggunakan LPG 3 kg, diperlukan biaya Rp. 52-57 ribu per bulan. Selain itu, program jargas juga akan menghemat subsidi LPG 3 kg dalam APBN.

Ini sama juga dengan upaya penghematan nasional atas subsidi kira-kira Rp. 1,5 miliar per bulan atau Rp. 18 miliar per tahun

Keberadaan jargas mampu mempermudah para ibu rumah tangga dalam menjalankan kebutuhan berumah tangga. Jadi tidak perlu khawatir mau masak jam berapapun, karena gasnya nggak akan habis, 24 jam mengalir. Harganya pun jauh lebih hemat kira-kira Rp. 14.000 sampai Rp. 15.000 per bulan,

 

Go to top