Sambungan gas ke rumah tangga lebih praktis. Para ibu rumah tangga tak perlu repot-repot ke warung dan menggendong tabung gas 
ketika gas di rumah habis. Berbeda dengan LPG, sambungan gas langsung mengalirkan gas ke rumah-rumah.



Harga gas tentu jadi lebih murah. Misalnya untuk rumah tangga, kalau keluarga biasanya beli 3 tabung LPG, kan sekitar Rp 60.000 per bulan. 
Kalau gas rumah tangga hanya Rp 30.000-35.000 per bulan. Lebih hemat 40-50%, tidak perlu menenteng tabung, dan sebagainya

Selain itu, sambungan gas rumah tangga aman dari bahaya kebakaran. lebih aman dari LPG karena tekanannya cuma 0,2 bar, kalau LPG 5-7 bar

Tak hanya masyarakat yang diuntungkan, negara juga memperoleh manfaat dari semakin banyaknya sambungan gas ke rumah tangga. 
Subsidi LPG dapat ditekan, impor LPG juga makin sedikit. Maka uang negara bisa dihemat, devisa semakin kuat.
Selain penghematan oelh masyarakat, negara juga mendapat penghematan karena memangkas subsidi elpiji. 
Selain itu elpiji kita 67% adalah impor,sedang gas dari dalam negeri

Itulah sebabnya pembangunan jaringan gas ke rumah tangga terus dilakukan. 

Kota Prabumulih adalah proyek terbesar yang pernah dikerjakan karena membuat sambungan yang mencapai 32.000 sambungan. 
Proyek ini dikerjakan pada tahun 2016. PT. Noorel Idea mendapatkan pekerjaan pemasangan sambungan jaringan gas rumah tangga di Kecamatan Prabumilih timur. 
Pekerjaan Pembangunan jaringan gas di Kota prabumulih tahun 2016 merupakan pekerjaan terbesar dari segi sambungan rumah yang dipasang. 
32.000 sambungan rumah dan sebelumnya 4000 an sambungan rumah kini warga dapat menikmati aliran gas sampai ke kompor pelanggan, pekerjaan 
ini dikerjakan oleh Konsorsium BUMN Wika-Reikind- Nidya Karya dan kini telah selesai dilaksanakan.

Go to top