Blog

Sejak beberapa tahun lalu, Pemerintah berusaha melakukan berbagai upaya untuk menekan pertumbuhan penggunaan BBM dengan mengalihkan ke energi alternatif. Tujuan akhirnya untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri. Hal ini perlu dilakukan agar dapat meningkatkan fuel security of supply, tercapainya keseimbangan bauran energi (energy mix), dan menurunkan subsidi minyak tanah. Di sisi lain, cadangan minyak bumi di Indonesia kian menipis. Produksinya pun cenderung menurun dari tahun ke tahun. Selain itu, harga minyak bumi cenderung naik hingga pernah menyentuh level di atas US$100 per barel. Hal ini mengakibatkan beban subsidi untuk energi bisa membengkak. Pemerintah tidak tinggal diam. Pemerintah terus berupaya agar subsidi energi, khususnya bahan bakar minyak (BBM), yang telah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tidak terlampaui. Sejumlah langkah strategis dilakukan. Salah satunya dengan mencari sumber energi alternatif sekaligus sebagai pengganti BBM. Maka, dengan kondisi menipisnya sumber daya minyak dan masih banyaknya sumber daya gas, tidak ada lagi istilah tawarmenawar untuk semakin fokus pada pemanfaatan gas bumi.

Dasar hukum yang menopang kebijakan pemanfaatan energi alternatif, seperti gas, sebagai pengganti minyak bumi bisa ditelusuri dari regulasi berikut ini:

  1. Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi a. Pasal 3c yang menyatakan bahwa penyelenggaraan kegiatan usaha minyak dan gas bumi harus menjamin efisiensi dan efektivitas tersedianya minyak dan gas bumi sebagai sumber energi maupun bahan baku untuk kebutuhan dalam negeri. b. Pasal 8 ayat 2 bahwa Pemerintah wajib menjamin ketersediaan dan kelancaraan pendistribusian BBM yang merupakan komoditas vital dan menguasai hajat hidup orang banyak di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
  2. Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2004 tentang Kegiatan Hilir Minyak dan Gas Bumi PP ini sebagai implementasi dari UU

Nomor 22 Tahun 2001. PP Nomor 36 Tahun 2004 ini menegaskan lebih jauh tentang ketentuan peningkatan pemakaian gas dalam negeri.

  1. PP Nomor 5 Tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional (KEN) PP ini memiliki makna mempercepat pelaksanaan penggunaan energi alternatif sebagai pengganti BBM. Hal ini berarti mengurangi subsidi BBM, khususnya minyak tanah, yang digunakan oleh rumah tangga.
  2. Peraturan Menteri ESDM Nomor 3 Tahun 2010 tentang Alokasi dan Pemanfaatan Gas Bumi untuk Pemenuhan Kebutuhan Dalam Negeri Sektor yang selama ini paling banyak menggunakan minyak bumi, tapi sebaliknya sangat sedikit memanfaatkan gas bumi adalah transportasi, rumah tangga, dan usaha atau pelanggan kecil. Data tahun 2005 menyatakan, penggunaan minyak bumi untuk rumah tangga mencapai 11,3 juta kiloliter (kl). Negara harus menyediakan subsidi yang makin besar terhadap ketiga sektor di atas bila tidak mengalihkan perhatian ke sumber energi lain di luar minyak bumi. Pasalnya, populasi manusia dan kendaraan bertambah tiap tahunnya. Pertumbuhan ekonomi pun menuntut ketersediaan sumber energi yang tidak sedikit. Belum lagi masalah lingkungan yang dihasilkan oleh sumber energi minyak bumi. Dalam KUBE 1998, rumusan visi pembangunan sektor energi (visi energi) adalah terwujudnya pembangunan berkelanjutan melalui pendayagunaan sumber daya energi yang menghasilkan nilai tambah tinggi bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

 Di dalam visi energi menurut KUBE, termuat tiga kata kunci:

 - Pembangunan yang berkelanjutan Hal ini berarti pemgembangan sumber daya energi harus berdasarkan prinsip pembangunan yang berkelanjutan, yaitu pembangunan yang memberikan menfaat yang merata sepanjang generasi.

 - Pendayagunaan sumber daya energi yang menghasilkan nilai tambah yang tinggi Ini berarti pemanfaatan optimal dari seluruh sumber daya energi yang ada untuk menghasilkan nilai tambah sebesar-besarnya.

 - Kemakmuran rakyat Maksudnya, harus dapat memberikan manfaat yang sebesarbesarnya bagi masyarakat, baik secara langsung maupun tidak langsung.

 

Sementara itu, misi pengembangan gas bumi dari KEN 2003 adalah:

 - Pengelolaan gas bumi yang seimbang antara penggunaan gas bumi untuk domestik dan eskpor;

 - Memprioritaskan penggunaan gas bumi yang mempunyai nilai multiplier effect terbesar; dan

 - Pemanfaatan secara optimal sumber-sumber gas bumi yang tidak dapat diekspor (lapangan gas marginal).

Pemerintah Indonesia melalui kebijakannya yang tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 5 Tahun 2006 tentang KEN hendak mendorong program konservasi energi. Perpres ini bertujuan untuk berusaha mewujudkan perubahan komposisi bauran energi dari kondisi saat ini. Komposisi bauran energi nasional menunjukkan sampai dengan saat ini masih didominasi oleh minyak bumi sebesar 49,7%. Selanjutnya adalah batubara 24,5%. Di belakangnya, gas bumi mengikuti dengan 20,1%. Berdasarkan Perpres Nomor 5 Tahun 2006, maka diharapkan pada tahun 2025 nanti komposisi bauran energi akan berubah. Batubara ditargetkan menjadi sumber energi terbesar dengan 33%. Pemanfaatan gas bumi akan diperbesar hingga 30%. Lalu, peranan minyak bumi akan diperkecil menjadi hanya 20%.

Salah satu langkah strategis Pemerintah untuk menggantikan penggunaan minyak bumi adalah meningkatkan penggunaan bahan bakar gas bumi untuk sektor rumah tangga dan pelanggan kecil. Program ini disebut jaringan gas untuk rumah tangga atau gas kota. Jaringan gas untuk rumah tangga berarti mengalirkan gas melalui jaringan pipa hingga ke rumah tangga. Pembangunan jaringan distribusi gas untuk rumah tangga merupakan salah satu program prioritas nasional yang bertujuan untuk diversifikasi energi, pengurangan subsidi, penyediaan energi bersih dan murah serta program komplementer konversi minyak tanah ke Liquefied Petroleum Gas (LPG) untuk percepatan pengurangan penggunaan minyak bumi. Melalui program ini, masyarakat diharapkan mendapatkan bahan bakar yang lebih bersih, aman, dan murah. Terkait hal ini, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendapatkan penugasan penyediaan infrastruktur jaringan gas bumi untuk rumah tangga dari Pemerintah melalui Perpres Nomor 19 tahun 2010 tentang Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2011 dan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor.1 Tahun 2010 tentang Percepatan Pelaksanaan Prioritas Pembangunan Nasional Tahun 2010 serta melalui rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR. Dalam hal ini, Kementerian ESDM mengemban amanat menyediakan jaringan gas bumi untuk rumah tangga secara gratis kepada masyarakat. Program pembangunan jaringan distribusi gas bumi untuk rumah tangga ini dibangun di kotakota atau daerah yang dekat dengan sumber gas bumi dan memiliki jaringan transmisi gas bumi.

 

Jaringan gas untuk rumah tangga menggunakan dana dari APBN. Pemerintah membangun jaringan infrastruktur jaringan gas bumi untuk rumah tangga karena badan usaha tidak tertarik membangun akibat minimnya keuntungan dalam pengelolaannya. Untuk itu, pemerintah daerah diharapkan dapat berperan serta dan mewujudkan daerahnya menjadi kota gas di masa mendatang. Pembangunan jaringan distribusi gas dibangun bertahap karena keterbatasan anggaran. Pada tahun 2007 lalu, Pemerintah–dengan melibatkan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas)–telah melakukan beberapa pre feasibility study dalam rangka menerapkan jaringan gas untuk rumah tangga. Setahun berselang, Pemerintah melakukan Uji Kelayakan Lingkungan UKL dan Upaya Pengelolaan Lingkungan (UPL), membuat Front End Engineering Design (FEED), dan Detail Engineering Design for Construction (DEDC) antara lain untuk Blora, Palembang, Bekasi, Depok, Surabaya, dan Medan. Kemudian, Direktorat Jenderal (Ditjen) Migas Kementerian ESDM melakukan koordinasi dengan para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk mendapatkan pasokan gas bumi sekaligus juga pemilihan lokasi tapping pipa. Koordinasi dilakukan juga dengan pemerintah daerah kabupaten/kota untuk menetapkan desa/kelurahan terpilih, pembuatan desain berupa FEED/DEDC, dan termasuk calon pelanggan. Tahap selanjutnya adalah konstruksi dan pengoperasian melalui pemilihan operator. Untuk satu ini, BUMD mendapatkan prioritas pengelolaan jaringan gas tersebut.

 

Jaringan gas untuk rumah tangga pertama kali dapat dinikmati masyarakat tanah air pada tahun 2009. Sejak tahun itu, jumlah masyarakat penerima program ini hampir 57.000 kepala keluarga, yaitu di Palembang (3.311 sambungan rumah), Surabaya (2.900 sambungan rumah), Sidoarjo (8.647 sambungan rumah), Depok (4.000 sambungan rumah), Tarakan (3.666 sambungan rumah), Bekasi (4.628 sambungan rumah), Bontang (3.960 sambungan rumah), Sengkang (4.172 sambungan rumah), rusun Jabodetabek (5.234 sambungan rumah), Prabumulih (4.650 sambungan rumah), Jambi (4.000 sambungan rumah), Bogor (4.000 sambungan rumah), dan Cirebon (4.000 sambungan rumah).

Aset jaringan distribusi gas bumi untuk rumah tangga ini dimiliki oleh Pemerintah Pusat dan dikelola oleh badan usaha sesuai dengan PMK No. 96/PMK.06/2007 tentang Tata Cara Pelaksanaan Penggunaan Pemanfaatan Penghapusan dan Pemindahtanganan Barang Milik Negara.

Pemanfaatan gas bumi sektor rumah tangga dapat menggantikan konsumsi bahan bakar minyakt. Dewasa ini, kebutuhan energi untuk rumah tangga umumnya digunakan pada berbagai peralatan, seperti untuk memasak,TV, lemari gas, pendingin ruangan, pemanas air, mesin cuci, lampu, radio, kipas angin dan sebagainya. Kebutuhan energi terseut umumnya dipasok oleh PLN untuk perangkat elektronik.

PEMBANGUNAN JARINGAN GAS BUMI UNTUK RUMAH TANGGA

Selain Indonesia, sejumlah negara juga memanfaatkan gas bumi untuk keperluan rumah tangga. Sebagian negara telah memulainya jauh sebelum Indonesia. Sebagian lain baru akan memulainya.

Salah satu negara dengan cadangan gas alam terbesar di dunia adalah Amerika Serikat (AS). Sebagian besar sistem pipa gas alam di AS dibangun pada tahun 1930-an dan 1940-an. Sistem pipa gas alam di AS adalah sistem yang kompleks. Kompleksnya jaringan pipa di negara itu karena digunakan untuk keperluan domestik, ekspor, dan juga impor. Di seluruh negara ini, terdapat lebih dari 210 sistem pipa dengan total panjang lebih dari 305 ribu mil (488 ribu km). Gas alam adalah salah satu bahan bakar yang paling populer untuk pemanasan perumahan di negeri Paman Sam ini. Sekitar 62 juta rumah di AS dipanaskan menggunakan gas alam. Pada 2009, angka ini mewakili sekitar 56% rumah tangga di AS. Di daerah-daerah dingin AS, gas alam dimanfaatkan sebagai sumber energi pemanas ruangan untuk 24,8 juta rumah (2009). Untuk memanaskan air, gas alam telah berkontribusi pada 23,7 juta rumah.

Dari total gas alam yang dikonsumsi di AS, sekitar 23% digunakan untuk keperluan perumahan. Popularitas gas alam juga ditunjukkan melalui tingginya proporsi rumah baru yang dibangun dengan pemanasan gas alam. Data tahun 2010 menunjukkan, 54% rumah keluarga baru AS menggunakan gas alam untuk pemanasan, diikuti oleh 43% yang menggunakan listrik, 1% memakai minyak bumi, dan 2% dengan sumber energi lain. Data tahun 2012 menunjukkan, jumlah konsumsi gas alam oleh perumahan di AS mencapai 4.148.970 juta kaki kubik. Konsumen gas alam juga meningkat. Tahun 2012, jumlah konsumen gas alam untuk residensial di AS tercatat 66.624.457. Angka ini meningkat dibanding tahun 2011 yang mencapai 65.940.522. Selain pemanasan rumah, gas alam di AS juga dimanfaatkan sebagai pendingin ruangan. Air Conditioning (AC) gas alam bukan hal baru di AS. Dengan kemajuan teknologi, AC gas memiliki masa kerja hingga 20 tahun dengan sangat sedikit pemeliharaan. Peralatan lainnya yang telah menggunakan gas alam di AS antara lain pengering pakaian, kolam renang, jacuzzi, perapian, pemanggang barbeque, dan lampu. Semua peralatan ini menawarkan alternatif yang aman, efisien, dan ekonomis. Pembuatan instalasinya pun sederhana dan mudah. Dari berbagai peralatan di atas, pemanas ruangan dan air adalah dua gadget yang paling banyak menggunakan gas alam. Semua gas di Inggris melewati sistem transmisi National Grid National dalam perjalanannya ke konsumen. National Grid Gas plc (National Grid Gas) adalah anak perusahaan dari National Grid plc yang berbasis di Inggris. National Grid Gas bekerja sama dengan perusahaanperusahaan lain untuk memastikan ketersediaan gas. 

Ada empat elemen utama dalam industri gas Inggris. Pertama adalah produksi dan impor. Gas berasal dari lapangan lepas pantai di utara dan laut Irlandia, Belgia, dan Belanda melalui tiga pipa interconnector dan impor dalam bentuk gas alam cair (LNG). Kedua ialah transmisi. National Grid Gas adalah satu-satunya pemilik dan operator infrastruktur transmisi gas di Inggris. Ketiga distribusi. Ada delapan jaringan distribusi regional di Inggris, empat dimiliki oleh National Grid Gas dan empat oleh perusahaan lain. Terakhir adalah pasokan. Gas dikirim ke tempat konsumen melalui pipa milik jaringan distribusi lokal. Jaringan gas yang dimiliki National Grid Gas sendiri mampu menggapai 10,9 juta konsumen. Namun, National Grid Gas tidak memproduksi gas untuk pasar Inggris. Lalu, siapa yang membayar dan untuk apa? Produsen gas dan importir menjual gas kepada pengirim berlisensi.

Pengiriman melibatkan pembelian gas dari produsen. Pengirim membayar National Grid Gas untuk menjalankan gas melalui jaringan transmisi nasional. Importir LNG membayar untuk hak atas tanah LNG di terminal impor National Grid Gas. Pengirim juga membayar Grid Nasional dan operator jaringan distribusi gas lain untuk mengangkut gas ke rumah dan bisnis. Biaya ini diteruskan kepada konsumen dan mencerminkan biaya pembangunan, pemeliharaan, dan operasi jaringan. Beralih ke Afrika. Sektor gas alam di Mesir berkembang pesat dengan produksi lebih dari dua kali lipat sejak 2003. Gas alam merupakan komponen utama dalam ketahanan energi dalam negeri Mesir. Gas di negara itu berperan penting dalam menggerakkan industri petrokimia, pupuk, dan juga listrik. Selain untuk keperluan domestik, Mesir juga mengekspor gas ke berbagai negara. Jumlah ekspor gasnya mencapai 18,3 miliar m³ (bcm) di tahun 2009, dengan jumlah Liquefied Natural Gas (LNG) sebanyak 12,8 bcm. Perusahaan milik Pemerintah mengendalikan pasar minyak dan gas bumi di Mesir. Perusahaan minyak milik Pemerintah Mesir Egyptian General Petroleum Corporation (EGPC) didirikan pada tahun 1957 untuk mengelola kepentingan minyak pemerintah dan melakukan eksplorasi. EGPC mengendalikan berbagai kegiatan di sektor minyak bumi meliputi perizinan, eksplorasi, produksi, penyulingan, transportasi, dan pemasaran. Pada tahun 2001, Pemerintah Mesir mendirikan Egyptian National Gas Holding Company (EGAS) untuk mendorong investasi, mengelola transmisi, sistem distribusi, memperluas jaringan serta berpartisipasi dalam eksplorasi, khususnya melalui pemberian konsesi. Kemudian, Mesir mengembangkan jaringan pipa ekspor dan proyek LNG secara individu atau dengan mitra nasional dan internasional

Cadangan gas alam proven Mesir sendiri naik menuju rekor 2.161 bcm per 30 Juni 2009. Sekitar 81% dari cadangan ini terletak di daerah Mediterania, diikuti oleh Gurun Barat (11%), Teluk Suez (6%), dan Delta Nil (2%). Cadangan gas terbukti di Mesir melonjak sebesar 5% per tahun sejak 2003. Sementara itu, cadangan gas Mesir yang belum terbukti diperkirakan mencapai 3.360 bcm. Di Mesir, produksi gas yang dipasarkan diperkirakan mencapai 62,9 bcm pada tahun 2009, naik 6,3% dari tahun 2008. Pasokan gas ini digunakan untuk sejumlah sektor. Untuk sektor perumahan dan komersial, ada sekitar 2,4 juta pelanggan terhubung ke sistem gas di Mesir pada tahun 2008. Mayoritas rumah tangga perumahan di Delta Nil terus menggunakan LPG untuk memenuhi kebutuhan energi mereka. Dalam rangka untuk mengurangi subsidi LPG (sebagian konsumsi LPG harus diimpor), Pemerintah Mesir telah menargetkan untuk memiliki total enam juta rumah tangga terhubung ke jaringan gas di tahun 2012. Satu negara raksasa lainnya di bidang gas bumi adalah Cina. Pertumbuhan pemanfaatan gas alam untuk residensial juga terlihat di negeri Tirai Bambu ini. Sebelum 2009, konsumsi gas didominasi untuk industri minyak dan kimia di negara ini. Seiring pemasangan jaringan pipa raksasa, bauran energi tahun 2009 di Cina berubah drastis. Pemanfaatan gas kota meningkat menjadi 43%. Di akhir tahun 2009, Cina telah membangun jaringan pipa sepanjang 38 ribu km dengan kapasitas hampir 90 miliar kubik meter per hari (bcm). Pada 2000, total konsumsi gas alam untuk residensial adalah 3,2 bcm. Pada 2007, jumlahnya meningkat hingga 13,3 bcm. Artinya, meningkat 22% per tahun.

Sekitar satu dekade ke depan, Cina diharapkan dapat menambah jaringan pipa gas sepanjang 25 ribu km. Diperkirakan, pemanfaatan gas alam untuk residensial di Cina pada 2020 akan naik menjadi 64 bcm. Pada 2030, meningkat lagi hingga 105,4 bcm. Hal ini terkait dengan kemungkinan bertambahnya jumlah produksi gas alam di Cina. International Energy Agency (IEA) memperkirakan jumlah kota-kota di Cina yang dilewati jaringan distribusi gas berjumlah di atas 140 pada tahun 2005. Pada 2010, angka ini diperkirakan naik menjadi 270 kota. Sementara itu, jumlah penduduk perkotaan dengan akses ke gas naik lebih dari dua kali lipat dalam kurun waktu 2001 hingga 2005. Pada 2001, diperkirakan 32 juta penduduk Cina memiliki akses ke gas alam. Angka ini meningkat menjadi 71 juta jiwa di tahun 2005. Salah satu negara di Asia lainnya yang mencanangkan proyek besar gas alam untuk rumah tangga adalah India. Pada 2017 nanti, India menargetkan memiliki jaringan pipa gas alam sepanjang 30 ribu km. Saat ini, India telah memiliki jaringan gas negara sepanjang 12 ribu km. Sepanjang 12 ribu km lainnya masih dalam tahap pembangunan. Panjang pipa 30 ribu km itu berkapasitas 875 juta standar meter kubik per hari. Saat ini, pipa gas di India memiliki kapasitas untuk mengangkut 230 juta standar meter kubik per hari. Di India, sudah 51 kota tercakup dalam Distribusi Gas Kota. Sebagian pipa gas alam itu digunakan untuk memasak. Rencananya, Distribusi Gas Kota di India akan menjangkau lebih dari 300 wilayah. Untuk memenuhi ekspansi besar di pasar gas, India juga mengejar pipa gas transnasional, seperti jaringan pipa 1.800 km yang menghubungkan Turkmenistan, Afghanistan, Pakistan, dan India (TAPI). Salah satu negara tetangga Indonesia, yakni Malaysia, juga telah menjalankan program gas kota (city gas). Malaysia adalah eksportir terbesar kedua di dunia gas alam cair setelah Qatar pada tahun 2012. Malaysia memiliki 83 triliun kaki kubik (Tcf) cadangan gas alam terbukti pada Januari 2013, terbesar ketiga di kawasan Asia-Pasifik. Sistematika distribusi gas kota di Malaysia melibatkan berbagai pihak dan tahapan hingga sampai di konsumen. Secara garis besar, pasokan gas alam Malaysia bersumber dari perusahaan energi Pemerintah Malaysia Petronas. Melalui pipa Peninsular Gas Utilization (PGU), gas mengalir ke Stasiun City Gate. Proyek PGU yang dimulai pada tahun 1984 adalah terpanjang di Malaysia yang membentang lebih dari 2.500 km. Setiap Stasiun City Gate, utamanya, terdapat stasiun odoriser yang menyuntikkan bau ke gas alam sebagai bagian dari persyaratan keselamatan.

Dari sini, gas alam didistribusikan melalui feeder line ke District Station. Dari sini, dialirkan lagi ke Service Station, Regulating Station, dan Area Station. Setelah tekanan disesuaikan, gas dikirim ke sistem perpipaan internal pelanggan. Meski bersumber dari Petronas, perusahaan ini bukan pemasok gas ke konsumen. Di Malaysia, ada berbagai pemasok gas. Pemasok terbesar gas di Malaysia adalah Gas Malaysia Berhad. Pada Juli 2005, perusahaan ini memiliki 452 pelanggan industri, lebih dari 600 pelanggan komersial, dan lebih dari 3.000 pelanggan perumahan. Pada Februari 2011, Gas Malaysia Berhad memiliki 33.707 pelanggan perumahan dan komersial serta 691 pelanggan industri. Pada tahun 2010, total gas yang dijual oleh Gas Malaysia adalah 117.800.000 British thermal unit di seluruh Semenanjung Malaysia. Pada Februari 2011, jaringan pipa gas perusahaan mencapai 1.726,6 km (1.072,9 mil). Secara keseluruhan, pemanfaatan gas untuk rumah tangga di Malaysia tumbuh pesat. Jumlah rumah tangga yang memanfaatkan jaringan gas di Malaysia pada tahun 2012 adalah 11.392. Angka ini hampir 300% lebih besar daripada tahun 2004. Panjang jaringan pipa gas alam pun melonjak tajam. Pada tahun 2012, panjang pipa gas di Malaysia adalah sekitar 2.600 km.

 

--- sumber: migas.esdm.go.id

Noorelidea.com. Menanggapi pemberitaan media yang memberitakan bahwa PT Noorel Idea tidak membayar upah lembur pekerja kilang PT Pertamina RU II Dumai yang sedang melakukan turn around (TA). PT Noorel Idea menggunakan hak jawabnya sebagai berikut : 

Kronologis kejadian : Pada saat pembayaran proses lembur terdapat karyawan yang tidak hadir saat pembayaran. Dan sepertinya terjadi miss komunikasi yang menyebabkan kesalah fahaman bahwa manajemen PT Noorel Idea menolak pembayaran upah lembur karyawan dari Dumai. Hal ini sangatlah tidak benar. Karena perusahaan sangat menghargai jasa para pekerja, serta hak-haknya dan memegang teguh peraturan perundang undangan. 

Pembayaran Selesai : Sehari setelah protes dilakukan pihak PT Noorel Idea langsung melakukan pembayaran senilai +/- Rp. 7.000.000 yang merupakan total biaya upah lembur beberapa pekerja. Dan hal ini telah clear dan tidak ada lagi permasalahan di antara pekerja dan perusahaan sampai saat ini.

Sebagai konsorsium yang berkerjasama dengan pemerintah dalam hal ini PT.Pertamina, Noorel berharap hal ini tidak lagi terjadi. Karena kerjasama yang baik pekerja dan perusahaan haruslah tetap dijaga guna mendukung suksesnya pembangunan yang dilakukan pemerintah. Dan berharap agar media menyampaikan informasi yang sesuai dengan kaedah jurnalistik yang berimbang dan transparant.

link youtube : https://www.youtube.com/watch?v=Dzo64VVxViQ&feature=youtu.be

PT Noorel Idea beserta BPH Migas dan Setkab Penajam Paser utara, melakukan peresmian jaringan gas rumah tangga untuk masyarakat penajam pasir utara. Dengan adanya peresmian ini maka masyarakat kini telah bisa menikmati gas murah yang langsung dialirkan ke rumah rumah. Hal ini sangat membantu masyarakat karena tidak perlu repot membeli tabung gas lagi, proses cepat dengan harga yang cukup murah dibanding gas konvensional.

Proyek pembuatan jaringan gas yang dikerjakan oleh Noorel ini kini telah selesai di penajam paser utara. Dan beberapa daerah di kalimantan seperti Nunukan dan balikpapan. Diharapkan hal ini akan segera meluas di beberapa daerah lain di Indonesia. Guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Agar tercapai masyarakat yang sejahtera di segenap penjuru Indonesia.

Manfaat utama gas alam adalah sebagai sumber energi antara lain untuk rumah tangga dan industri

selain itu gas alam juga dimanfaatkan untuk bahan baku industri dan gas hidrogen

manfaat lainya dari gas bumi adalah:

 

  1. Pembangkit Listrik

Gas alam adalah salah satu gas yang dapat di pakai sebagai alat pembangkit listrik. Selain itu gas alam juga dianggap sebagai energi alternatif pengganti air maupun angin sebagai pembangkit listrik.

  1. Sebagai Bahan Bakar Kendaraan

Gas alam dapat dijadikan sebagai bahan bakar alternatif pengganti bensin dan solar. Selain itu, gas alam dianggap sebagai energi alternatif yang ramah lingkungan, karena tidak menghasilkan gas buangan yang berbahaya. Bahan bakar gas sudah mulai di terapkan di indonesia. Kendaraan pertama yang memakai bahan bakar gas di indonesia adalah bemo yang banyak beroperasi di Jakarta.

  1. Bahan Baku Industri Plastik

Selain sebagai sumber energi, gas alam juga menjadi salah satu bahan baku dalam industri pengolahan plastik. Selain plastik, masih banyak industri lain yang memakai gas alam sebagai bahan bakunya. Antara lain industri pengolahan besi baja, dan industri pengolahan mesin pemadam api.

  1. LPG

LPG adalah salah satu alat rumah tangga yang selalu ada di hampir setiap rumah. LPG dipakai untuk memasak, dengan memanfaatkan gas alam sebagai bahan bakar untuk membuat api pada kompor.

  1. Energi Alternatif

Gas alam bisa dipakai sebagai energi alternatif yang ramah lingkungan. Dengan memakai energi yang ramah lingkungan, diharapkan mampu mengurangi efek dari rumah kaca (Baca: Cara Menanggulangi Efek Rumah Kaca dan Pemanasan Global). Hal ini karena gas alam tidak mengeluarkan bahan buangan yang mencemarkan lingkungan. Hanya saja karena dalam bentuk gas, pengolahan menjadi lebih sulit dari pada mengolah minyak bumi.

  1. Sumber Energi Alternatif di Rumah

Gas alam dapat dipakai sebagai sumber energi alternatif untuk pemanas dan pendingin di rumah. Di beberapa negara yang memiliki 4 musim, pendingin dan pemanas sangat di butuhkan. Dengan mamakai gas alam sebagai energi, maka biaya listrik di rumah dapat di kurangi.

  1. Pengolahan Kertas

Gas alam juga di pakai pada pengolahan kertas dan tissue. Akan tetapi pada pengolahannya, gas alam tidak di pakai sebagai bahan bakar. Akan tetapi sebagai sumber energi untuk menyalakan mesin. Hal ini karena gas alam adalah bahan bakar yang ramah lingkungan sehingga dipakai sebagai energi alternatif pengganti minyak bumi dan batu bara.

  1. Bahan Baku Industri Pupuk

Pupuk buatan adalah pupuk yang di buat dengan mencampurkan berbagai bahan kimia. Dalam proses pembuatannya, pupuk buatan memakai gas alam sebagai salah satu bahan bakunya. Akan tetapi jika terlalu sering di pakai, pupuk buatan akan merusak tanah, dan mengurangi kesuburan dari tanah.

  1. Industri Rekayasa Hujan

Gas alam dianggap mampu merekayasa hujan. Caranya dengan menaburkan karbon dioksiada ke awan, untuk memancing awan hujan. Hal ini berguna di saat suatu daerah terkena musim kemarau yang panjang. Merekayasa hujan juga berguna, pada daerah yang rawan dengan kebakaran hutan (baca: Hujan Buatan : Pengertian, Proses dan Dampaknya).

  1. PLTU

Pembangkit listrik tenaga uap adalah salah satu pembangkit listrik ramah lingkungan selain pembangkit listrik tenaga air. Gas alam di pakai, karena gas alam dapat menjadi pembangkit listrik yang bersih, serta lebih baik dari pada minyak bumi dan batubara.

  1. Komoditas Energi yang Diminati

Gas alam adalah salah satu komoditas minyak bumi yang sangat diminati selain minyak bumi dan batu bara. Selain itu, gas alam dan minyak bumi adalah dua sumber daya alam yang di dapat pada satu tempat yang sama. Sehingga penjualan gas alam dianggap sebagai komoditas yang menguntungkan.

  1. Salah Satu Sumber Pendapatan Negara

Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui seperti gas alam, minyak bumi, dan batu bara adalah salah satu sumber pendapatan negara. Seperti di  Indonesia, pajak penjualan dari gas alam menjadi salah satu sumber pendapatan negara. Hal ini karena gas alam menjadi bahan mentah yang memiliki nilai jual yang cukup tinggi.

  1. Sebagai Energi Ramah Lingkungan

Gas alam adalah salah satu energi yang dianggap sebagai energi ramah lingkungan. Dengan memakai gas alam, maka energi yang dihasilkan akan sama besar dengan dengan pemakaian minyak bumi dan batu bara. Yang membedakan adalah gas alam tidak mengeluarkan sisa pembuangan yang berbahaya. Pemakain gas alam juga dinilai mampu meembersihkan udara yang kotor (Baca: Polusi Udara : Penyebab, Dampak, dan Upaya Menanggulanginya). Karena semakin berkurang gas buangan kotor yang disebabkan oleh batu bara dan minyak bumi.

  1. Pemberi Lapangan Kerja

Industri gas alam mampu memberikan lapangan lerja bagi banyak orang. Hal ini karena dibutuhkan banyak orang dalam pengeboran minyak bumi dan gas alam. Selain itu, dalam proses pembersihan dan pengepakan, juga membutuhkan banyak sumber daya manusia.

  1. Sebagai Dry Ice

Dry ice adalah es kering yang sering dopakai sebagai upa dalam sebuah pertunjukkan. Alan tetapi es kering juga serinh dipakai sebagai pengawet makanan. Untuk membuat es kering, membutuhkan gas alam sebagai bahan baku, agar es menjdi kering dan tidak mudah mencair.

  1. Sebagai Bahan Baku Minuman

Minuman soft drink adalah minuman yang memakai CO2 yang berasal dari gas alam. Fungsi dari CO2 dalam minuman soft drink adalah agar minuman tersebut tampak berbusa, serta berkarborasi.

  1. Sebagai Bahan Penelitian

Banyak sekali fungsi gas alam yang belum ditemukan. Oleh karena itu, gas alam masih terus di teliti demi kemajuan teknologi serta untuk mencari energi alternatif yang ramah lingkungan, dan tidak mengeluarkan zat yang berbahaya.

 

Dan pada bulan Desember 2018 KSO PT Noorel Idea / Noorel dan Sucofindo berhasil merampungkan proyek ini sesuai target yang talah disepakati dalam kontrak.

Intsalasi telah rampung di tiga kota : Balikpapan 5000 sambungan rumah, Penajam 4260 Sambungan Rumah, Bontang 5005 sambungan Rumah

Go to top